Posts

Showing posts from March, 2017

Cita-Cerita

sentuhan lembut embun pagi semagat untuk mengawali hari meski realita tak sesuai nurani tetap jalani karena proses alami berat rasa meninggalkan singgasana untuk bangkit dan mulai bekerja kerena itu kewajiban semua manusia kadang tak sesuai dengan cita-cita pernah ku gantung setinggi langit meskipun tau menggapainya sulit karena itu adalah cita-cita yang tak akan tercapai tanpa usaha

Diam

Image
diam itu menggagumkan diam itu berlian diam itu tenang diam itu kenangan tapi kadang diam jahat tapi kadang diam pahit tapi kadang diam sempit tapi kadang diam pelit jahat karena tak berkata pahit karena tak bicara sempit karena tak akrab pelit karena tak bersahabat

Nah

pengangguran merupakan profesi yang paling berat di jalani, karena setiap hari berfikir keras namun tak ada yang menggaji

Ahhh

dunia memang sempit sesak terasa terhimpit tinggal sedinding enggan menyapa entah lupa atau sengaja sulit hidup di tengah kota kian hari terasa tersiksa mencari makan harus membabu rela dihina dan malu sedikit uang kami dapatkan bahkan kurang untuk makan orang tua menunggu di desa menanti rejeki yang berkah

Hidup Lebih Baik

terdiri atas  --Personality, --Community and      --Life.  Berikut penjelasannya:    A.  PERSONALITY: 1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui. 2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif 3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda. 4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna. 5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip. 6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur). 7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda. 8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini. 9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci. 10. Berdamailah dengan m...

Miko

Apa salahnya Sehingga dia mendapat bencana Apakah sang pencipta murka Apakah hal tidak sengaja Terinveksi itulah dia Tak ada obat dia menderita Namun semua itu telah terjadi Akibat dari pergaulan diri sendiri Yang liar dan terlalu  free Sesungguhnya ingin menangis Karna idup orang tua dipundaknya Karena tulang punggung  jabatanya Meskipun kerja berat dia tak mampu Dia tetap semangat untuk itu Andai dulu dia tidak menuruti nafsu Mungkin tak kan terjadi seperti itu    

Rayuan Tadjwid

Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah... hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar... Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati di antara idgham Bilaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada... Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar, jelas dan terang... Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta... Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain... melebur jadi satu. Cintaku padamu seperti Mad Lazim ... Paling panjang di antara yang lainnya... Setelah kau terima cintaku nanti, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro.. terpantul-pantul dengan keras... Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab, ditandai dengan dua hati yang menyatu.. Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran... Buanyaaakkk beneerrrrr.... Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya, cuma berdua, Lam da...

Rasan-krasan

riuh mulut berbusa ramai ramai mengumbar dosa gemuruh caci itu biasa lirik sekitar cari mangsa mencari kesalahan sesama hal ini hanya di miliki manusia apa hanya terjadi disini atau mungkin seluruh negri mungkin juga dunia ini manusia saling mencaci andai telinga bisa bicara pasti akan tertawa tertawa karena gila karena caci maki mereka

Tinta dan Hidup

jarum beradu dengan kulit beribu tusukan tak membuat sakit karena pilihan ini memang sulit tapi mereka memandang pahit rajah tubuh bukan kriminal bukan juga karena nakal apalagi nafsu binal ini bagian dari seni mural jalanan yang ku pilih semua orang merasa risih meskipun Teresa perih namun bagiku banyak kasih

Elemen

bumi mulai enggan melihat pengangguran tiap hari cuman ngayal ingin menjadi terkenal angin juga bosan melihat pengagguran kerjanya cuma tiduran berharap bisa ambil peran air pun demikian melihat pengangguran setia pada bantal ingin sukses tanpa usaha api mulai geram melihat pengangguran tak mau berusaha namun berharap kaya

Remeh

hanya sebatas uang kami rendah di pandang kadang kami di tendang pendapat kami di tentang apakah karena harta kami harus memuja apakah karena harta kami harus menyemba bukan itu yang kami mau kami tak butuh uangmu tidak harta hanya satu hilangkan sifat sombongmu tenggang rasa dan saling membantu

Duka Mu

Dikala mentari tenggelam Air mata mulai tak tetahan Jatuh deras bagaikan hujan Tulang lemas tanpa sandaran Melihat sosok kaku di depan mata Dengan siapa mereka bercanda Dengan siapa mereka tertawa Dengan siapa mereka berbagi cerita harimu yang berat telah berhenti Meninggalkan banyak kenangan di hati Karena engkau sosok yang mereka hormati Sebagai tulang punggung anak istri Hanya doa yang bisa kubaca Untuk pengiring mu ke alam sana Langkah kaki terasa berat Mengantar mu keliang lahat Terasa hati belum bisa rela Melihat mu di atas keranda Dan semoga itu menjadi singgasana Di alam sana dan senantiasa disisinya.                   Sabar kawan   Kos, 26,03,16

Malam Dingin

Diantara gelapnya kopi Bulan tetap menyinari Dingin angin serasa menusuk hati Di tengah malam yang sunyi Dan semua orang sibuk bermimpi Kelip bintang melirik di atas kepala Suara jangkrik yang bercanda Suasana tenang merasuk ke dalam jiwa Meskipun hanya peratap tenda Dengan ini kami bangga

Lewat Tengah Malam

riang jankrik bersautan saling menyapa atau menantang di iringi sepoi angin menusuk tulang dalam sepi sang jangkrik berdendang sendiri menunggu pagi esok entah apa yang terjadi apakah hal yang tidak pasti namun dengan yakin ku tata mimpi malam ini untuk menyambut esok hari semoga lebih baik dari hari ini di balik ribuan daun sang rembulan lemparkan senyum di balik ribuan daun sang bintang berantakan tak teratur sudah menjadi tanda akan kuasanya yang maha esa sudah menjadi bukti yang tak pantas di i ngkari

Menanti Senja

duduk di ujung hari tak membuatku sepi karena ada yang aku nanti meskipun itu belum pasti tapi aku yakin akan terjadi bergerak pelan ke ujung bumi seluruh daratan engkau sinari cahaya kuning emasmu matahari sedih rasanya saat mendung menghampiri dengan sepenuh hati dengan sepenuh hati berharap angin akan membantu membatu kilau mu tetap berseri berseri di ujung hari