Posts

Showing posts from April, 2017

SATUMEI

tawa riang para pekerja sejenak lupa akan problema meskipun seharian berusaha kata lelah telah sirna saat teringat pada keluarga mereka selalu bertanya kapan akan merdeka mereka selalu bertanya kapan tidak sengsara bukan kaya akan harta dan bukan juga mobil mewah hanya sesuap nasi untuk anak istri dan itu harus setiap hari kalo biaya sekolah negara yang menaggung bila mereka sakit tak sudi penyakit singgah

Jenuh

pagi menjelang mentari kan datang menyabut hari panjang berharap hari tetap riang tetap merasa senang dan selalu dapat di kenang meskipun ini hanya angan usang gelisah menyapa di setiap pagi sampai kapan ini terjadi gelisah yang selalu menghampiri gelisah yang selalu menakuti tentang tanggung jawab pada diri dan tanggung jawab pada insan di sekitar kami berat raga beranjak bangkit dari nyenyak tidur mimpi sulit hanya air dingin sebagai penyemangat di tambah sedikit panas surya menjilat kulit dan berharap ada secangkit kopi pahit untuk memulai rangkaian proses.penat yang kian sulit

Dera Air Mata

langit meneteskan air mata mengiringi dukamu sedihmu segera sudahi hidup tidak sampai disini banyak hal harus kau capai doakan setiap waktu karena itu kewajibanmu untuk mengiringi jalanya menuju singgasana yang berada di nirwana tuhan tidak tidur beliau tau seluruh doa2 yang selalu di panjatkan setiap waktu belum lagi saat tengah malam melantunkan syair2 doa untuk ketiga anaknya tercinta beliau meninggal bukan benci pada mu kawan tapi biliau menyampaikan setumpuk doa mu kepada tuha n

Doa

kau dekap habis semua syair doa dari seorang ahli agama berharap bisa merubah merubah nasib yang kian terpuruk akan kah engkau tau bahwa doa itu bisa jadi bukan untukmu karena mereka menggunakan bahasa yang berbeda karena mereka memanfaatkan kesengsaraan yang kau punya hanya sedikit dari mereka yang iklas menyalurkan doa itu pun bila ada kertas yang berharga sadarlah setiap kata adalah doa dari dalam hati lebih berarti asal selalu di imbangi usaha entah sebentar atau lama doa akan terkabul hubunagan paling erat adalah manusia , alam dan tuhan bukan manusia, orang , uang dan tuhan

Kerja

sinar rembulan membasahi sekujur tubuhku kerlip bintang memenuhi pandangan ku sepoi angin menyejukan kalbu sepi tenang merasuk kedalam jiwa asap putih senantiasa menemani istirahat bekerja dari pagi namun aku jenuh bila mendengar esok kerja lagi tetapi aku sadar bila tak kerja mau berbuat apa banyak yang berharap dari jeripayahku dan usaha

Long Weekend

riuh jalan bising di telinga tangisan bayi mentakitkan dada karena ribuan mesin menyala dan asap masuk keparunya dengan memaksa mereka hanya ingin pulang untuk menjenguk kampung halaman berkumpul dengan sanak keluarga setelah sekian lama di kota orang dapat pulang bila libur panjang entah bekerja atau di jajah bisa pulang bila libur itupun bila tidak di paksa lembur hampir semua cita2 hancur lebur

Janur Kuning

hanya sebatas ucapan semoga tidak benarr karena ucapan itu tajam anggap tidak bahagia disana iklas ucapmu saat itu pilihan tuhan ujarmu entah tuhan mana entah tuhan apa ada yang bilang tuhan lebih dekat dari urat nadi berarti tuhan berada dalam diri dan tuhan berada di dalam nurani nurani yang tak tercampur nafsu nurani yang tak tercampur nalar bukanya aku memaksa untuk mengikuti rasa tapi aku berharap jangan berfikir harta dan jangan ada rasa terpaksa dalam di hari bahagia mungkin hanya dengan doa yang bisa aku persembahkan di hari bahagia 8 April 17'