Posts

Showing posts from June, 2017

WalangSangit

sombong mu kian tinggi mennjulang tanpa tepi pada teman tak peduli namun tetap saja iri jalan terbuka lebar engkau tinggal melangkah tapi kenapa teramat susah jawaban mu adalah pasrah bila pasrah setelah berusaha tak ada kata merdeka bahkan butuh beribu-ribu usaha untuk bisa merdeka apa kau tak sadar banyaknya pengangguran sedangkan jalan mu tetbuka lebar tapi engkau terbaring di zona nyaman bila begitu tak perlu iri apa yang di dapat teman mu nanti yang  berjuang sampai ujung hari hingga terbang kelangit tinggi

PakTua

Pak tua tidur di bibir jalan Berbantal sebelah tangan terjaga aman oleh kaleng usang berharap sang dermawan datang menyisihkan sebagian hartanya tuk mengisi kaleng usang tua entah karena apa entah karena mengapa atau mungkin entah karena siapa tetap bekerja di usia semua tak ada yang tau sebabnya tak di hiraukan sudah biasa kadang mereka berburuk sangka bahkan ada yang tega menghina di manakah keluarga di manakah buah hatinya yang tega membirkan yang tega menelantarkan

TangisanFajar

telah lama tak berjumpa dirimu tak terlupa seseorang yang telah mengisi satu ruang di sudut hati tersenyum kecut ujung bibir mengingat kenangan indah bersama kau yang pertama mengajari ku apa itu yang di namakan cinta fajar ini aku mendapat kabar tentang apa yang tak terduga turut sedih hati terasa saat engkau pulang kepangkuanya sedikit doa yang bisa ku bisikan menemani langkah mu menuju nirwana semoga dirimu dapat diterima tanpa hisab yang memberatkan dosa untuk mu yang disana MELANI V.

takuyatmu

sembari diam sang pendosa tetap berfikir akan hidup ini masih adil, terpaku dalam alunan sendu sang pendosa kian sayu, di depan deretan botol arak sang pendosa berteriak adil kah negriku saat rakyat ku menjadi babu pengangguran merajalela tak peduli SMA atau Sarjana kemiskinan mulai hilang di imbangi dengan gaya hidup tak seimbang mereka berteriak kekurangan hanya untuk melunasi cicilan hari ini tak ada orang lapar karena tak berfikir dengan nalar tak makan gak peduli yang terpenting adalah gengsi negriku kian lucu saat para pekerja mudah di tipu negriku kian jatuh saat rakyatku mulai rapuh pemerintahan tak peduli yang terpenting dapat komisi rakyat mencari makan sendiri tak peduli haram dan halal lagi sudahh

malam

dibawah riuhnya sang bintang yang bernyanyi dengan riang aku duduk merenung dan sambil memandang ke arah mereka sungguh besar penciptanya hingga tak terbayangkan oleh nalar

negri

luka negri melihat rakyat saling berkelahi luka negri saat rakyat saling mencaci negri menagis karena rakyat sangat sadis tega menghakimi tampa hakim tega menyiksa tanpa jaksa tega membela tanpa pengacara negri ini kaya saat rakyat tau apa itu tenggang rasa negri ini hebat bila rakyat tak saling bersebat negri ini indah jika rakyat tak saling menjilat hanya doa yang bisa kami nyanyikan untuk kemanjuan negri ini hanya hujat yang bisa kami ungkapkan untuk mengusir kemunafikan para predator uang rakyat