Posts

Showing posts from July, 2017

SAMAOMYWA

Ramai datang sanak saudara merayakan hari bahagia teman dan sahabat saling berdoa semoga menjadi keluarga samawa hari hari bujang kulalui sekarang engakau beristri masa lajang gak mungkin kembali namu masadepan indah menanti sering bersenda kita gurau bersama seperti mengigagau statusmu kini berbeda suami adalah gelar yang kau punya jangan samakan dulu dengan sekarang saat engkau berstatus bujang anak orang yang engkau pinang harus dan wajib kau buat senang hanya sebait kalimat yang bisa aku buat untuk menanimu di singgasana saat sehari menjadi raja samawa omy

Pulang

senyum lebar sang pengelana melihat riuh keluarga sekian taun tidak diruma akirnya dia pulang juga Kaki tertatih melintas aspal bergerak jengkal demi jengkal tak tau entah kapan sampai dan sekarang harapan tercapai derai air mata membanjiri pipi yang tidak tau bagai ironi sebenarnya ini jawaban dari doa ingin kumpul dengan keluarga tak terbendung rasa rindu bertahun tahun tak bertemu ingin pulang hanya kisah pilu namun kini akirnya bersatu begitu pula dengan keluarga sangat senang dan bahagia seorang yang pergi lama kini hadir di pelukan mereka begitulah segelintir cerita pengalaman pengelana muda yang sudah lama tak diruma dan akirnya pulang juga

Perlahan Pergi

luas dunia ini knapa kamu yang kucari bukan dari materi namun ini luapan hati bernah diriku berpaling untuk memilih yang lain namun itu tak sebanding dengan penantian yang sia sia mungkin mulai lelah keadaan semakin resah saat pikiran gundah namun mencoba tabah matahari selalu bersinar berjalan perlahan menuju petang begitu juga kilauan dirimu kian hari kian hilang namun aku mulai sadar meskipun sulit tanpa bersandar ku pegang erat bagai jangkar agar dirimu tidak memudar memang bulan begitu terang namun kadang kilauan wajahmu yang menyinari ku dalam petang berjuta bintang berbaris indang dan tak selalu rapi begitu pula kau puan manis kadang hadir dalam sendiri

WAKTU ITU

liar berjalanya waktu maju tanpa ragu tak berhenti ataupun menunggu tak peduli dengan diriku yang telah usang usang termakan jaman terkikis sepoi angan yang tak sampai tujuan waktu adalah misteri yang tak tau apa yang akan terjadi bahkan sore di hari ini karena waktu hanya sang tuhan yang tau

pena usang

dimana aku kemana aku aku yang dulu seperti ujung pena yang selalu tajam yang selalu meninggalkan bekas banyak waktu ku lewat kian hari kian tak pasti hilang diri yang sejati berganti dengan duplikasi kurang kesibukan membuat menjadi bimbang kurang kegiatan kadang menjadi edan bukan menyalahkan waktu namun diri ku yang tertinggal tak mampu untuk mengejar sehingga hidup ini tanpa arti menjadi manusia mubah ada tak papa gak ada pun tak jadi apa sungguh hina hina bagi keluarga karena aku masih mencari diriku yang dulu

KREMBIS

sesak didada selalu terasa saat berpisa tapi entah mengapa aku selalu mengulanginya dia bukan milik ku dia bukan hak ku berjuta alasan selalu ku ungkapkan saat dilarang mungkin hanya sebatas teman tapi sanubari tak demikian apakah ini hanya efek perpisahan ataukah rasa yang terhalang jalinan jalinan pertunangan yang semoga menuju ke jenjang pernikahan mungkin itu doa yang baik baik bagi mreka dan bukan aku