ciu
terhanyut dalam lamunan ciu bibir dan gelas saling beradu kelakar tawa menambah sahdu lantunan hening yang dirindu mata merah bukan amarah bercanda riang kian mesrah berat kepala tak dirasa saat bersama kallian semua sloki demi sloki menagih janji meringankan penat dan benci senyum lebar tanpa tujuan sejenak larut dalam lamunan